Ahwat Tangguh,,, Hanya manusia biasa , ceria sepanjang masa , Semangat NEVER ENDING :)
Rabu, 03 Juli 2013
PELANGI UKHUWAH
~::* Pelangi Ukhuwah *::~
♥➷♥•*¨¸.•´¸.•*¸.•*¨¸.•*¸.¸.•´¸.•*¨¸♥➷♥¸.•´¸.•*¨¸♥.•*¨¸.•´¸♥➷♥¸.•´♥¸.•´♥¸.•*¨♥.•*¨¸.•*♥¸¸¸.♥➷♥•*¨¸.•´¸.•*¨¸.•*¨¸.•*¸.¸.•´¸.•*¨¸♥➷♥¸.•´¸.•*¨¸♥.•
Lihat kanan lihat kiri
pada gandeng kanan kiri
dari dulu masih aja sendiri
wah..mulai tidak percaya diri
Lihat belakang lihat depan
pake kerudung ngetrend tak ketinggalan zaman
celingak celinguk kebingungan
wah..takut saingan ama yang begituan
Jalan sana jalan sini
pada bedakan wajah tebelnya dua centi
kelabakan cari imunitas diri
wah..baru gitu aja udah rendah diri
Nempel sana nempel sini
pake kaos adek plus rok mini
dari dulu pake baju panjang nggak ganti-ganti
wah..yang begituan kok bikin iri hati
Kalo ngaku muslimah sejati
kudu punya optimis diri
nggak perlu bengong terus gigit jari
tetap jaga iman dan jaga hati
Masih mau ngaku jadi muslimah sejati
nggak perlu malu mengakui diri
nggak usah bingung sampai menutup identitas diri
karena kamu harus pede menampilkan diri
Kalo emang beneran ngaku muslimah sejati diakhir zaman
cukup berpenampilan sederhana tetapi sopan
nggak perlu takut ama sindiran
karena syurga udah jadi jaminan
Tetaplah PEDE dengan identitasmu sebagai muslimah ^__^
Tentang PACARAN
Alasan Saya Mengapa Tidak
Pacaran
Sebelum kalian baca artikel ini,,
perlu saya kasih tahu bahwa
saya bener2 gak ada
maksud untuk nyindir /
menyinggung SIAPAPUN,
(saya pertegas lagi SIAPAPUN) yang membaca
artikel ini,, karena saya Cuma
mau share
pendapat saya n info yg saya
dapet,,
Selamat membaca,,,, ^^v Saya Merupakan anak remaja
yang berumur tergolong
muda,tapi
seumur hidup saya gak pernah
ikut-ikut budaya yang
namanya PACARAN,, (walaupun kadang iri banget
liat orang pacaran,, hehe) yah
beberapa temen saya sih
ada yg heran n gak percaya
kalau saya gk punya pacar,,
Emang saya makhluk langka apa di heranin??? Dan
menurut saya banyak juga kok
orang yg seperti saya ini JOMBLO
dari lahir,, hehe,,,, Banyak sih
alasan saya kenapa
ampe sekarang gak punya pacar atau lebih spesifik gak
mau nyari pacar..
“Zaman sekarang gak
pacaran???” Justru malah
pertannyaan saya sebaliknya
adalah,, “Kenapa zaman sekarang
mesti pacaran???, kalo bener-
bener cinta, bener2 serius,
bukan Cuma main belakang, udah
siap melindungi sang
pujaan hati mending nikah aja kaleee,,”
“Masa muda gak pernah
pacaran, gak menikmati
hidup,,” selogan begini nih yg
Cuma pengen seneng2 aje,,
Bukan berarti saya gak normal yaa,, saya masih normal 100%
,,
Berikut Beberapa Pandangan
Mengenai Pacaran : Menurut saya
pacaran itu GAK menghargai yang
namanya Perasaan dan Harga Diri, khususnya buat para
kaum hawa,,
Menurut saya kebanyakan
korban dari pacaran itu kaum
hawa,, mengapa???
Kalian pasti dah pada tau lah,, buat apa fungsi lelaki kalo gak
bisa ngelindungi kaum hawa,,
karena tugas laki-laki yg
sesungguhnya melindungi,,
bukan mainin hati perempuan,,
dah bosen putusin ganti yang baru, putus ganti lagi,ada yg lebih
menawan putusin yg
lama, hunting perempuan lagi,,
tapi yg perempuan jg jgn
mainin hati laki2 yg bner2
serius dgn kalian,, yah jgn sampe deh begitu,,, Gak
setuju??? Apa kalian
berpendapat “ah gak lah,,
cowo or cewe gue gak kayak
gitu..” siapa yg tahu??? Tapi
kebanyakan zaman sekarang begitu kenyataannya bahwa itu
Cuma pemanfaatan
kesenagan dunia semata….
Pendapat Teman saya n
temannya : Pacaran pasti
ujungnya putus… Ust. Mansyur blg pacaran
bukan gk boleh tapi dilarang
agama,, (sama aja dong???) J
but I agree so much… Mamah Dedeh : Pacaran???
Sekolah Dulu yg bener… Apa ada
dalam Agama khusunya Islam yang
namanya
pacaran???
Kalo ada, buktikan kepada saya dan seluruh umat islam
ayat ataupun dalilnya…
Nyampe ubanan juga gak bakalan
ketemu…
Justru dalam Al-Qur’an
tertulis bahwa kita mesti menjauhi hal yg berhubungan
dengan zina..
Ada pendapat dari seorang Hajah
yg namanya mesti
dirahasiakan, beliau
mengatakan dalam sebuah Buletin kecil sebagai berikut :
Sebenarnya di dalam Al-
Qur’an itu pacaran tidak ada ,
adanya meminang,melama r, dan menikah. Kita boleh saja
pacaran (Hah????) tapi kitaharus
tahu batas, yang
dimana kita tahumana yang
boleh dan mana yang tidak
boleh dilakukan. Didalam ayat suci Al-Qur’an
LATA’KRABUZINAH yang artinya: “janganlah mendekati
zinah”, contohnya duduk
berduaan dll jadi kita jangan
mendekati zinah tersebut.
kok???,, gak konsisten bget
ibu Hajah ini,, secara gak langsung ngerusak generasi
islam ini namanya,,,
Jelas2 dia bilang pacaran gak
ada dalam islam tapi tetap
membolehkan,, ckckck,,
Yg saya tauajaran islam mau dari awal zaman
ampe akhir zaman gak
ada perubahan n memang
gak boleh diubah,, ini sama aja
mengubah ajaran islam
Cuma karena zaman yg modern,,
Yg artinya setiap orang yang
membolehkan pacaran BERDOSA
… mau Haji, Hajah atau Kiyai dst.
Hal yg ditulis oleh saya
sebelumnya diperkuat lagi argumennya dgn yg satu ini,,,
Pernahkah kalian mendengar
Rasulullah Muhammad SAW
mengatakan : “Jika belum mampu
menikah hendaklah lah
pacaran..” gak bakal mungkin Rasul
mengatakan itu dijamin 100%…
Yg ada juga begini ni : HR.
Abdullah bin Mas’ud
Radhiyallahu’an hu : Rasulullah Bersabda :
“Wahai kaum pemuda!
Barang siapa di antara
kamu sekalian yang sudah mampu
memikul tanggung
jawab perkawinan, maka hendaklah ia menikah,
karena sesungguhnya
menikah itu lebih dapat
menahan pandangan mata dan
melindungi kemaluan.
Dan barang siapa yang belum mampu, maka
hendaklah ia berpuasa,
karena puasa itu dapat
menjadi penawar bagi nafsu
(syahwat).” Ini baru bener,,,
Kemudian argument berikutnya yang lebih
menguatkan argument
sebelumnya saya dapet dari
sebuah buku yg menarik,,
Berikut cuplikannya :
Wahai wanita ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-
benar serius terhadapmu akan
datang kepada orang tuamu
dengan berkata “Pak/Bu, saya
ingin menikahi putri bapak/ibu,
sekarang saya berpenghasilan Rp….. / bulan, dst”, sedangkan
laki-laki yang benar-benar
serius ingin menghabisimu
(secara keseluruhan) akan
datang langsung kepadamu
dengan berkata “Maukah kamu jadi
pacarku???” Puncak kehinaan
wanita
ketika dia menerima
tembakan seorang lelaki
untuk jadi kekasihnya. Puncak kemuliaan wanita
ketika orang tua /
walinya
mempertimbangka n lamaran seorang lelaki
untuk jadi istrinya. Hancurkan
harga diri
dengan pacaran, muliakan
diri dengan … Tidak ada solusi
termuat dalam tulisan ini meskipun solusinya
tertulis tetapi tidak akan
menghentikan kegiatan kami
(para penjahat cinta), kami
(para penjahat cinta) hanya bisa
berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah
mereka tahu. Pacaran sebagai
proses
Penjajakan = peng”injak-
injakan” atau
Pen’jaja’an Jika anda belum pacaran,
nantikan kehadiran kami (para
penjahat cinta) di
sisi anda!
Jika anda telah putusan,
Nantikan juga kehadiran kami di sisi anda!
Jika anda masih pacaran, maka
tunggu tanggal
‘main’ kami bersama
anda!
Wallahua’lam…
Sabtu, 29 Juni 2013
Secoret hati Kuu
Dia Menatapku…
Bening matanya tidak bisa menutupi penglihatanku
Dia Tersenyum…
Senyumnya tidak bisa terlukiskan dari penglihatanku
Oooh entah harus bagaimana menyingkap selubung hijab dihatiku
Entah mengapa setiiap ku melihatmu seakan puluhan iblis menari-nari di belakangku,
mengikutiku,
menggodaku,
menamparku bahkan hendak memelukku.
Oooh istighfarku…
Istighfar ini begitu deras meluncur di bibirku.
Duhai kekasih hati
saat istighfar menjadi candu menerangi hati
ajaklah daku menari terpesona dan mabuk pada Illahi Rabbi dengan begitu ku akan tetap pada cinta dalam diamku.
Yaah begitulah semua hati akan luluh oleh sebuah kata CINTA …
Hati tulus tak berdaya,
banyak berprasangka,
semuanya dikarenakan cinta
Aku duduk disini,
termangu-mangu seperti orang bodoh.
Aku tetap mengandalkan cintamu.
Hatiku masihlah tetap untukmu,
tahukah kau orang yang mencintaimu masih tetap disini ?
Berusaha payah menanti, ingin menangis tak keluar air mata
Saling percaya saling mencintai adalah satu-satunya cara yang benar.
Penyerahan pada dirimu kesemuanya tersimpan didalam hati.
Tiada niatan hati untuk melukai
kau seharusnya mengerti.
Cinta banyak celahnya,
mudah sekali untuk terluka.
Aku senantiasa menyayangi,
mana mungkin melupakan
Ketulusan hati masihlah tetap ada bersamamu,
Dikehidupan ini hanya ingin mencintaimu saja,
bersama dirimu, hanya menunggu demimu, cinta suci itu murni
Cinta itu tanpa dendam, jika tak merasa perduli, tak mungkin merasakan sakit.
Maka ku akan tetap dalam diamku,
agar aku tak merasakan sakit ketika ku tahu kau bukanlah tercipta untukku…
Mungkin aku sungguh sangat bodoh, tak mengerti untuk menyayangimu.
Tapi ku akan sangat bodoh jika aku tak mencintaimu dalam diam,
karena mencintai dalam diam itu membuat ku memuliakan Tuhanku juga memuliakanmu,
Maafkan aku…
Tiada hati untuk melukai,
ku menjauhimu bukan Karena aku tak mencintaimu,
namun inilah caraku mencintaimu agar kita terjaga dari perbuatan Zina
"Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor"
(Qs. Al Israa' : 32).
Tiada hati untuk melukai,
ku perpaling dari pandanganmu dengan menundukkan wajahku,
bukan karena aku ingin berpaling darimu tapi aku ingin menjaga pandangan dari panah iblis yang melenakan,
Sungguh tiada hati untuk melukai,
ku hannya ingin menjaga kesucian dan kehormatanku juga kesucian dan kehormatanmu,
sebelum engkau halal bagiku.
Tiada hati untuk melukai,
karena seperti itulah aku ingin mencintaimu, ku hanya bisa dalam diamku,
ku titipkan hatiku pada Rabb ku, karena hanya dialah diatas segalanya…
Jadi sekali lagi tiada niatan hati untuk melukai,
ku akan tetap dalam diamku
sampai Allah Mempersatukan Hatiku dan Hatimu.
Ya Allah
Seandainya dia adalah jodohku, Dekatkanlah dia kepadaku
Namun seandainya bukan jodohku,
dekatkanlah dia pada jodohnya
Demi kemuliaan wajah-Mu, Daku memohon pertolongan
Daku bertawasul kepada-Mu
Menyampaikan keinginan kepada-Mu
Mengharap anugerah-Mu
Memohon ampunanmu
Sampaikanlah shalawat dan salamku
Kepada Rasulullah Saw.
Dan keluarganya yang Terkasih….
Aku lebih Mencintai-Nya
Bismillahirrahmanirrahim..
Teringat saat ku putuskan hubungan terlarang kita saat itu,saat aku ingin belajar menjadi lebih baik. Kau begitu murka padaku,tapi aku lebih takut pada murka Allah Azza Wa Jalla.
Tak apa kau begitu marah padaku,sampai ku ingat kau putuskan hubungan ukhuwah kita. Kau tak mau mengenalku lagi,ini lah yang paling aku benci dari hubungan terlarang. Awalnya begitu indah,akhirnya begitu rendah. Tak ada lagi keindahan yang ada kebencian. Hingga aku tahu mengapa hubungan itu begitu terlarang,karna setelah keindahan itu hilang yang datang kebencian yang nyata,hilang pula ukhuwah islamiyah di antara kita. Aku bersyukur,aku tersadar sebelum aku tersungkur.
Begitu bencinya kah kau padaku,hingga masa di mana kau berkata,kau mencintaiku namun begitu menyakitkan ku tak membalas cintamu. Tidak..tidak seperti itu. Hati ini merasakan Rasa,namun ku ingin kau segera menyandingku. Namun yang ku terima adalah harapan-harapan palsu dengan alasan yang tak berarti,hanya untuk menghalalkan hubungan terlarang.
Maafkan aku,aku lebih rela kehilangan cintamu daripada aku harus kehilangan cinta sejatiku,Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Perih ini menjalar begitu saja ketika ku tahu kau bersanding dengan yang lain,namun perih ini pasti akan di gantikan dengan yang lebih baik,itu janji-Nya. Daripada aku menanggung perih dalam siksa api nerakaNya kelak dengan bahagiaku di dunia. Lebih baik aku menanggung perih sekarang dan aku akan mendapatkan yang jauh lebih baik,yaitu bahagia dengan pilihanNya dan bahagia dalam surgaNya.
Kini ku tahu, mencintai memang sangat mudah,tapi untuk meraih cinta kadang sangat sukar. Maka ku mulai belajar untuk mencintai tanpa harus ku terima balik cintanya. Namun semua itu tak berlaku padaNya. Aku mencintaiNya,Dia lebih mencintaiku. Aku melupakanNya,Dia tetap memberiku kasih sayang. Ketidak adilanku padaNya membuatku semakin jatuh cinta padaNya,sehingga ku mampu segera melupakanmu.
Aku memang tak pernah tahu apa itu jatuh cinta,setelah aku kehilangan cintaku. Begitu pun dengan apa yang aku rasakan,telah lama aku kehilangan rasa,hingga ku tersadar dari keterpurukanku. Aku benar-benar merasakan jatuh cinta,terasa setelah aku kehilangannya. Aku jatuh cinta pada Nya,aku begitu merindukanNya
Maafkan aku mantan kekasihku,karna ku telah jatuh cinta pada Kekasih Terindahku. Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Langganan:
Postingan (Atom)